Google+, jejaring sosial dari Google


Google resmi meluncurkan situs jejaring social miliknya dengan nama nama Google+. Sebagai situs jejaring sosial baru, google mencoba menawarkan beberapa fitur yang berbeda dengan jejaring sosial lainya. Saat ini Google+ masih dalam status beta, artinya sifatnya masih percobaan. Untuk dapat mencobanya kita harus mendapatkan undangan dari user yang sudah mendaftar lebih dulu. Google+ dapat dikunjungi dialamat https://plus.google.com.

Berikut adalah fitur fitur yang terdapat dalam Google+ :

  • Google+Circle untuk membuat sebuah grup, dimana pengguna dapat memisahkan teman di akunnya secara berkelompok, misalnya ada kelompok kerja dan kelompok bermain.
  • Google+Photos untuk mengunggah foto termasuk melalui ponsel
  • Google+Spark untuk menseleksi minat pengguna dan menawarkan cerita, video, ataupun foto yang mungkin disukai oleh pengguna.
  • Google+Stream yang berfungsi seperti newsfeed di facebook.
  • Google+Hangouts dimana dalam fitur ini pengguna dapat melakukan video chat dengan satu atau banyak orang sekaligus. Fitur baru yang tidak dipunyai pesaingnya saat ini seperti facebook.
  • Google+Huddle yang memungkinkan pengguna memulai chat grup melalui pesan teks.

Sebelum Google+, sudah ada beberapa proyek jejaring sosial buatan google. Namun dari semua itu belum ada yang bisa menumbangkan kesuksesan dari facebook dan twitter. Bahkan parahnya, semua akhirnya ditutup sendiri oleh google karena kurang peminat.

Jika anda ingin mencoba Google+ silahkan kirim email ke f.mbonk@gmail.com dengan subject undang donk!

WhatsApp , chatting lintas platform


Tak aneh lagi, chatting atau instant messenger kini menjadi lebih unggul
ketimbang layanan SMS ataupun voice. Keunggulannya terletak pada
bagaimana aplikasi ini bebas dalam menentukan jumlah teks yang tak dibatasi oleh jumlah karakter dan juga real time. Secara biaya pun jauh lebih murah ketimbang menggunakan layanan “mengobrol” ataupun SMS.

Namun, hampir kebanyakan aplikasi atau fitur chat memerlukan akses sendiri dengan caranya sendiri. Sebuah developer mengembangkan ide chat dengan berbasiskan nomor telepon seluler sebagai dasar akses. Developer bernama WhatsApp ini memunculkan ide yang kemudian dinamakan WhatsApp. WhatsApp memungkinkan setiap orang saling bercakap-cakap tanpa dihalangi oleh PIN atau user ID.

Aplikasi chatting WhatsApp dengan cepat diterima oleh pengguna. Hingga sekarang sudah bisa diunduh untuk iPhone, Blackberry, Symbian (Nokia), ataupun Android. Dengan kata lain, Anda sekarang
“berbicara” dengan pengguna iPhone, Nokia, atau
Android meski memakai Blackberry. Caranya cukup dengan mengetik http://m.whatsapp.com, lalu pilih platform yang Anda gunakan.

Saat ini aplikasi ini masih cuma-cuma, namun ada kemungkinan akan berbayar sebesar 1,99 dollar AS per tahun.

WhatsApp dapat melakukan texting saling-silang lantaran menggunakan server yang sama untuk semua platform. Meskipun menggunakan satu nomor ponsel sebagai identitas, tetapi jika Anda mengganti nomor telepon, Anda tak susah mengubahnya.
Setelah melakukan instalasi ulang, Anda dapat melakukan pendaftaran ulang dengan nomor baru. Selain itu, jika Anda berkontak dengan teman atau kerabat di luar negeri, biayanya tak sama dengan
SMS lintas operator. WhatsApp sama dengan menggunakan e-mail atau chat biasa, tarifnya tak melonjak. Ketika aplikasi ini sudah diaktifkan, secara otomatis daftar di buku telepon Anda, ter-sinkron ke WhatsApp. Teman yang sudah mengaktifkan WhatsApp-nya, akan segera tampak di daftar kontak WhatsApp. Dengan demikian, Anda tak perlu harus meminta nomor telepon layaknya menggunakan BBM. Selain itu, foto profil akan tampil dengan sendirinya menggunakan foto profil pada daftar kontak.

Lantas bagaimana mekanisme pembayaran layanan ini? Tarif yang dikenakan adalah tarif data.Besarnya sesuai dengan yang ditawarkan oleh operator yang Anda pilih. Jadi bukan tarif SMS ataupun voice. Tentu saja lebih terjangkau.